Minggu, 25 Januari 2015

Kala Jiwa

Kelam jiwaku tertutup sang angkara
Rapuh imanku terbawa angin nista
Sebelum kukenal diriMu

Waktu berlalu akupun menyadari
Ternyata semua sungguh benar adanya
DhammaMu yang agung, DhammaMu yang sejuk
Luluhkan semua keangkuhanku

Reff;
Hanya padaMu aku bersujud
Dalam diriku damai kudamba
Pancarkanlah kasihMu
Biarkan daku membawa damaiMu

Hanya padaMu kuyakin satu
didalam jiwa didalam raga
Terangilah jalanku
Bimbinglah daku menuju Nirvana

Kini saatnya akupun t'lah mengerti
Hanyalah Buddha yang akan menentukan
Menuju bahagia bebas dari Dukkha
Lenyapkan semua keraguan ku

Kamma

Kamma artinya perbuatan
Semua makhluk dicengkram olehnya
Yang percaya maupun yang tidak

Cetana artinya kehendak
Yang tercetus melalui pikiran
Ucapan dan perbuatan badan

Yang merupakan benih
Untuk bertumimbal lahir disebut kamma

Berbahagialah kita semua
Berpedoman pad Buddha Dhamma
Berbuat baik 'tuk menembus kamma

Kala Purnama Tersenyum

Pelangi bulan mempesona
Merekah kala purnama
Biaskan senyum
T'rangi gelapnya malam
Dan penjuru jagat raya
Oh indahnya suasana

Begitulah Sang Tathagatha
Wajah anggun berwibawa
Dengan hati penuh kasih
Bahanakan kemuliaan
Tuk insan di mayapada
Oh indahnya dunia

Reff;
Kala purnama tersenyum
Pancarkan kehangatan
Bagai Sang Buddha tersenyum
Damailah isi dunia

Jangan Pernah Ucapkan

T'lah sekian lama kita bersama
Merenda bait nada di dalam Dharma
Semua suka duka yang kita rasa
Mewarnai saat yang bahagia

Oh sungguh ku masih rindu
Ku yakin kau pun begitu

Jangan pernah ucapkan kata berpisah
Karena itu hanya sementara
Kita selalu melagukan bersama
Kidungnya di alam semesta...

Simpan tangismu tersenyumlah selalu
Kau sahabatku motivasiku
Jangan ucapkan kita kan berpisah...
Karna semua itu sementara

Jasa Ibu

Ibu-ibuku sungguh baik budimu
Engkau berkorban untuk putra-putrimu
Sungguh besar jasamu, tak ternilai harganya
Sungguh aku tak tahu dengan apa balasnya

Ibu-ibuku kukagum kepadamu
Engkau membimbing semua putra-putrimu
Hingga aku menjadi orang berakal budi
Aku berjanji akan jadi anak berbakti

Aku berdoa untukmu oh Ibuku
Semoga engkau selalu berbahagia
Dengan sabar menanti besarnya putra-putri
Dibawah lindungan-Nya Buddha Dhamma dan Sangha

Jangan Tersesat Jalan

Sang surya telah terbenam, dibalik bukit hitam
Cuaca gelap nan kelam, diliputi Sang malam
Waspadalah para insan, jangan tersesat jalan
Mengikuti keinginan, iblis mara godaan

Nyalakanlah penerangan, penyuluh kegelapan
Laksanakanlah ajaran, pengamatan pikiran
Fahamkanlah kenyataan, Dharma yang diajarkan
Oleh Sang Buddha junjungan, menuju kebebasan

Marilah bermeditasi, tanpa pamrih pribadi
Menempuh jalan yang suci, mencapai alam Bodhi
Tak akan lahir kembali, di mayapada ini
Bersatu hidup abadi, bahagia sejati

Jangan Iri Hati

Wahai kawan-kawan jangan iri hati
Iri hati itu datangkan sakit hati
Iri hati itu bathin tiada suci
Kebodohan sebabnya yang utama

Mengapa dikau merana membenci
Hanyalah menyiksa dirimu sendiri
Jika ingin bebas dari dendam, benci
Lepaskanlah ikatan iri hati